Memperingati Hari Air Dunia yang jatuh setiap tanggal 22 Maret, Masyarakat Hidrologi Indonesia (MHI) yang berkolaborasi dengan Bappenas, Kementerian PUPR, LIPI, BMKG, BPPT, ITB, UGM dan IPB menyelenggarakan Webinar Internasional pada hari Kamis tanggal 25 Maret 2021 dengan tema Innovation in Hydrological Information to Support Water and Food Security due to Impact of the Climate Change.

Pelaksanaan webinar internasional sehari tersebut dilakukan secara daring dengan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MHI, Dr. Ir. Yudha Mediawan, M.Dev.Plg., serta melibatkan pembicara yang hadir dari 5 negara yaitu Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Italia. 10 materi paparan dari pembicara dibagi menjadi 2 sesi yang juga dilengkapi dengan diskusi dengan melibatkan peserta webinar.

Sesi pertama webinar membahas sub tema Climate Change, Water Security and Hydrological Condition of Indonesia, dengan judul-judul materi yang disampaikan diantaranya: Climate Change Issues and Challenges on Food Security and Water Security yang disampaikan Dr. Ir. Dodo Gunawan, DEA (BMKG); Water Resources Hydrology for Indonesia’s Water and Food Security Plan and Strategy yang disampaikan Prof. Dr. Hidayat Pawitan, Ph.D. (MHI); Water for Food Security in Indonesia yang disampaikan Prof. Dr. Drs. Waluyo Hatmoko, M.Sc. (Kementerian PUPR); End to End Approaches Adapting to Climate Change yang disampaikan pemateri yang berasal dari Jepang yaitu Professor Toshio Koike (Executive Director of ICHARM); dan pemateri dari Korea Selatan yang menyampaikan materi dengan judul A Study on Irrigation Water Saving Technology considering Changes in Water Management Conditions by Mr. Jaenam Lee (Researcher, Rural Research Institute, Korea Rural Community Corporation).  Diskusi pada sesi pertama berjalan dengan lancar dan dipandu oleh moderator Ir. Purba Robert Mangapul Sianipar, MSCE., MSEM., Ph.D.

Sedangkan sesi kedua webinar internasional, Hadi Kardhana, Ph.D. menjadi moderator dan memimpin sesi diskusi yang mengangkat sub tema Food Diversification, Sustainable Agriculture and Innovations of Hydrological Information to Support Food Security. Adapun materi-materi yang disampaikan pada sesi kedua adalah sebagai berikut: Water Food Nexus in Indonesia, Citarum Case Study dengan pemateri Dr. Sci. Rachmat Fajar Lubis (LIPI); pemateri asal Belanda yang menyampaikan materi Innovations of Hydrological Information to Support Food Security adalah Mrs. Hélène Boisgontier (Deltares); Supporting Local Capacity in Earth Observations (EO) for Water and Food Security disampaikan Mr. Paolo Manunta, Ph.D. yang merupakan Senior Infrastructure Specialist, Earth Observation (ADB); The Relation of Climate Change with Water and Food Security disampaikan oleh Dr. Nur Aini Iswati Hasanah, S.T., M.Si. (Kementerian PUPR) dan materi terakhiy yang disampaikan pada webinar internasional tersebut adalah Sustainable Water Resources : Zero Artificial Runoff, Zero Pollution, Renewable Energy, Sustainable Agriculture – A Dream from ITB Campus, Jatinangor yang disampaikan oleh Dr. Eng. Arno Adi Kuntoro, S.T., M.T. (ITB) Diikuti oleh 655 peserta, penyelenggaraan webinar internasional yang juga hasil kolaborasi Kementerian/Lembaga dan Perguruan Tinggi di Indonesia dengan World Bank dan ADB ini diharapkan menjadi media untuk berdiskusi dan berbagi di antara para pemangku kepentingan mengenai inovasi informasi hidrologi yang dapat ditujukan untuk mendukung ketahanan air dan pangan akibat dampak perubahan iklim di Indonesia. <WFT>

PERINGATAN HARI AIR DUNIA 2021 SECARA DARING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *